Kylian Mbappe
baltimorecoltsmania.com – Waduh, Piala Dunia 2026 makin panas aja nih, tapi bukan cuma di lapangan, melainkan sampai ke ranah politik! Baru-baru ini, jagat media sosial lagi dihebohkan sama perseteruan panas antara kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, sama seorang senator dari Paraguay bernama Celeste Amarilla. Gara-gara aksi saling sindir yang makin melebar, suasana pasca-pertandingan malah jadi makin runyam dan dramatis abis.
Read More : Debut Liga Inggris Musim Ini: Siapa Yang Bawa Inspirasi?
âKronologi Awal Mula Perseteruan Panas di Piala Dunia 2026
Semua drama ini dimulai setelah pertandingan sengit antara Prancis vs Paraguay di ajang Piala Dunia 2026. Prancis berhasil keluar sebagai pemenang berkat gol penentu dari Mbappe. Tapi, kemenangan Les Bleus ini tampaknya bikin pihak lawan geram. Celeste Amarilla, yang merupakan senator Paraguay berusia 61 tahun, tiba-tiba mengunggah postingan di media sosial yang dinilai berbau pelecehan rasial kepada Mbappe.
Sontak aja, tindakan ini langsung memancing amarah netizen global, pihak Real Madrid (klub Mbappe), hingga pemerintah Prancis yang langsung pasang badan buat membela sang bintang lapangan. Mbappe yang nggak tinggal diam langsung memberikan respons super menohok lewat akun X (Twitter) miliknya. Dia mengecam keras tindakan sang senator.
“Nyonya Celeste Amarilla, Anda adalah wanita yang hina dan tidak layak menduduki posisi Anda. Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah berjuang dengan semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi,” tulis Mbappe dengan nada tegas.
âBalasan Menohok Sang Senator, Jangan Macam-Macam Sama Paraguay!
Niatnya pengen bikin jera, tapi komentar pedas Mbappe malah dibalas nggak kalah sengit sama Amarilla. Anggota Partai Liberal Radikal Autentik (PLRA) ini malah nantangin balik Mbappe dan minta pemain berusia 27 tahun itu buat nggak meremehkan dirinya maupun rakyat Paraguay. Bahasa yang dipake Amarilla bener-bener emosional dan penuh ancaman. Dia bahkan nyindir kemampuan membaca Mbappe dengan nada yang cukup sarkastik, bikin tensi perseteruan ini makin meroket tajam di media sosial.
”Suruh dia membaca surat saya. Saya menuliskan buatnya dalam bahasa Prancis dan Spanyol, itu pun jika dia bisa membaca… Saya memintanya untuk berhati-hati dengan orang Paraguay,” semprot Amarilla, seperti yang dilansir dari media Marca.
Baca juga: Transfer Psis! Pelatih Psis Semarang Minta 2 Pemain Baru Di Posisi Wing Back Dan Striker!
âLah, Kok Tiba-Tiba Nama Ronaldinho Ikut Diseret?
Nah, ini dia bagian yang paling bikin geleng-geleng kepala. Biar ancamannya makin kelihatan ngeri, Amarilla sampai membawa-bawa nama legenda sepak bola dunia asal Brasil, Ronaldinho! Kamu pasti bingung kan, apa hubungannya Mbappe, Paraguay, sama Ronaldinho?
Ternyata, Amarilla pengen pamer kalau hukum di negaranya itu nggak pandang bulu, bahkan buat megabintang sepak bola sekalipun. Dia mengingatkan Mbappe tentang nasib apes yang pernah menimpa Ronaldinho di masa lalu agar Mbappe lebih menjaga sikapnya. “Jangan macam-macam dengan rakyat Paraguay, Mbappe. Kami sudah pernah mengirim Ronaldinho ke penjara di sini karena kasus korupsi. Dan jangan meremehkan saya,” tegasnya tanpa rasa takut sedikit pun.
âFlashback Kasus Ronaldinho yang Pernah Masuk Bui di Paraguay
Kalau kamu lupa atau belum tahu nih, Ronaldinho emang punya sejarah kelam di Paraguay pada Maret 2020 lalu. Waktu itu, mantan bintang Barcelona tersebut ditangkap pihak kepolisian setempat karena ketahuan menggunakan paspor palsu saat masuk ke negara mereka. Akibat kecerobohan itu, Ronaldinho terpaksa harus merasakan dinginnya lantai penjara selama 32 hari penuh! Setelah itu, statusnya dipindahkan menjadi tahanan rumah di sebuah hotel mewah di kota Asuncion.
Dia baru bener-bener bisa bebas murni pada Agustus 2020 setelah diwajibkan membayar denda fantastis yang mencapai Rp 1,34 miliar. Kasus masa lalu inilah yang dijadikan senjata oleh Amarilla buat gertak Mbappe. Sampai sekarang, federasi sepak bola Prancis sendiri dikabarkan bakal menempuh jalur hukum terkait dugaan penghinaan rasis ini. Kalau menurut kamu, drama antar-negara ini bakal berakhir damai atau makin panjang, nih?